Pengalaman mengajarkan Anak Membaca dan menulis di Masa Pandemi Covid-19
Ini pengalaman baru kami sebagai orangtua untuk mengajarkan anak membaca. Apalagi anak kami baru masuk SD, kelas 1. Dan TK dia dulu belum begitu mengajarkan bagaimana membaca, dan hanya sekedar pengenalan. Kami benar-benar mengajarkan dari nol, padahal sudah kelas 1, menyesal karena baru mengajarkan saat itu.
Kami adalah dua orangtua yang bekerja, sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk mengajar anak di rumah. Tapi kalau anak kami tetap di TK, kami tidak yakin dia akan segera bisa membaca. Anak kami sekolah di sebuah sekolah swasta, iya, karena umurnya belum ada 6 tahun. Modal nekat, ya, benar-benar nekat.
Begini tahapan anak kami akhirnya bisa membaca dalam waktu 5 bulan:
- Melatih membaca
Bulan pertama di bulan Juli, anak belum benar benar minat membaca, dan kami tetap memaksa. Pelajaran benar-benar dari awal, yaitu mengenal A,B,C,D.... Berbagai cara kami gunakan. Mengenalkan lewat tulisan, tidak ada minat. akhirnya lewat potongan tulisan, lumayan, walau konsentrasinya hanya beberapa menit. Setelah itu kami coba untuk metode menghafal, sehari beberapa huruf. Diselingi mendengarkan video tentang huruf.
Apakah cara pertama sukses? Belum begitu sukses π.
Akhirnya sampai bulan berikutnya agustus, kami mencari informasi, dan mendapat info tentang calistung. Kami pakai calistung dengan video calistung, dan buku calistung. Alhamdulillah, sukses sampai beberapa huruf. Apa itu calistung, calistung adalah baca tulis hitung, yang metode bacanya dengan langsung 2-3 huruf diawal. Lalu dijadikan susunan kata. Misalnya seperti berikut :
Pertama:
B - Ba - Bi - Bu - Be - Bo
C - Ca - Ci- Cu - Ce - Co
D - Da - Di - Du - De - Do, dst
Kedua :
Ba - ca π Baca
Da - du π Dadu
Sampai akhirnya hampir 2-3 bulan alhamdulillah buku calistung pun, hanya menyisakan beberapa lembar yang belum terbaca. Sudah mulai bisa membaca satu kalimat panjang. Agar makin semangat, kami mencari buku cerita bergambar, membacakan, dan sesekali meminta anak untuk membacanya sendiri.
Bulan november anak sudah mulai lumayan lancar membaca π. Intinya kita harus membangkitkan semangat anak untuk berusaha. Karena anak kecil tidak butuh waktu terlalu lama, jika sudah timbul minat.
- Tantangan berikutnya adalah menulis.
Bulan agustus, mulai diminta usulan untuk anak masuk tatap muka seminggu 3 kali. Cemas? , iya cemas, cemas bukan karena covid-19, tapi karena belum lancar membaca, dan masih susah menulis. Seperti awal awal membaca, kami paksa untuk menulis. Sukses, tentu tidak.
Sampai akhirnya kami membuat huruf dengan titik titik dan anak tinggal menyambung, anak mau, tapi hanya sebentar. Sampai akhirnya.....kami membeli whiteboard, alhamdulillah, anak mau.... π. Walau sampai penilaian akhir semester bulan desember tulisan masih amburadul, juga tanpa spasi, tapi lumayan.
Bisa, dan ada kemauan menulis yang benar itu, setelah guru memberitahu waktu pengambilan raport π
Komentar
Posting Komentar